Angkatan Kerja

Definisi

Angkatan kerja (labour force) adalah seluruh penduduk dalam usia kerja (berusia 15 tahun atau lebih) yang produktif, yakni memproduksi barang dan jasa dalam kurun waktu tertentu, baik aktif dalam kegiatan produksi ataupun tidak. Mereka itu terdiri dari golongan yang bekerja (employed) dan golongan penganggur serta pencari kerja (keduanya disebut unemployed).

Golongan yang bekerja (employed) terbagi dua, yakni yang bekerja penuh (fully employed) dan yang setengah menganggur (under employed). Golongan yang bekerja adalah mereka yang melakukan pekerjaan atau bekerja untuk memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan dan tidak terputus. Dan golongan setengah menganggur atau disebut pula pengangguran tidak kentara adalah mereka yang bekerja bersama dalam lapangan pekerjaan di bawah kemampuan intelektualnya.

Cara Menghitung

Penghitungan angkatan kerja dilakukan dengan membandingkan antara jumlah penduduk yang termasuk dalam angkatan kerja dengan jumlah penduduk yang termasuk dalam usia kerja. Data sebagai dasar penghitungan indikator ini bisa didapatkan dari Sensus Penduduk (SP), Survey Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas), dan Survey Ketenagakerjaan Nasional (Sakernas).

Pengangguran

Definisi

Pengangguran adalah kelompok angkatan kerja yang tidak memiliki lapangan kerja. Kelompok ini dibedakan menjadi dua golongan, pengangguran terbuka (pengangguran mutlak) dan pengangguran tidak kentara (setengah pengangguran).

Pengangguran terbuka (open unemployed)

Pengangguran terbuka merupakan bagian dari angkatan kerja yang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan (baik bagi mereka yang belum pernah bekerja sama sekali maupun yang sudah penah berkerja). Termasuk ke dalam kelompok ini mereka yang sedang mempersiapkan suatu usaha, mereka yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin untuk mendapatkan pekerjaan, dan mereka yang sudah memiliki pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.

Proporsi atau jumlah pengangguran terbuka dari angkatan kerja berguna sebagai acuan pemerintah bagi pembukaan lapangan kerja baru. Disamping itu, trend indikator ini akan menunjukkan keberhasilan progam ketenagakerjaan dari tahun ke tahun.

Interpretasinya, besarnya angka pengangguran terbuka mempunyai implikasi sosial yang luas karena mereka yang tidak bekerja tidak mempunyai pendapatan. Semakin tinggi angka pengangguran terbuka maka semakin besar potensi kerawanan sosial yang ditimbulkannya contohnya kriminalitas. Sebaliknya semakin rendah angka pengangguran terbuka maka semakin stabil kondisi sosial dalam masyarakat. Sangatlah tepat jika pemerintah seringkali menjadikan indikator ini sebagai tolok ukur keberhasilan pembangunan.

Indikator ini dapat dihitung dengan cara membandingkan antara jumlah penduduk berusia 15 tahun atau lebih yang sedang mencari pekerjaan, dengan jumlah penduduk yang termasuk dalam angkatan kerja.

Pengangguran Tidak Kentara (under unemployed)

Pengangguran tidak kentara merupakan bagian dari angkatan kerja yang bekerja bersama dalam lapangan pekerjaan. Mereka ini bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). Mereka disebut pula under utilized, sebab mereka bekerja dengan jumlah jam kerja, produktivitas kerja dan perolehan pendapatan yang tidak sebanding. Dan disebut pula disguise unemployed, jika mereka bekerja di bawah kemampuan intelektualnya.

Pengangguran tidak kentara dibagi menjadi dua kelompok :

Setengah Penganggur Terpaksa, yaitu mereka yang bekerja dibawah jam kerja normal dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan lain.

Setengah Penganggur Sukarela, yaitu mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain, misalnya tenaga ahli yang gajinya sangat besar.

Proporsi jumlah pengangguran tidak kentara bermanfaat untuk dijadikan acuan pemerintah dalam rangka meningkatkan tingkat utilisasi, kegunaan, dan produktivitas pekerja. Sebab, semakin tinggi tingkat setengah pengangguran maka semakin rendah tingkat utilisasi pekerja dan produktivitasnya. Akibatnya, pendapatan mereka pun rendah dan tidak ada jaminan sosial atas mereka. Hal ini sering terjadi di sektor informal yang rentan terhadap kelangsungan pekerja, pendapatan dan tidak tersedianya jaminan sosial. Sehingga pemerintah perlu membuat kebijakan untuk meningkatkan kemampuan bekerja mereka seperti penambahan balai latihan kerja.

Indikator ini dapat dihitung dengan cara membandingkan antara jumlah penduduk yang termasuk dalam angkatan kerja dan sedang bekerja tetapi dengan jam kerja di bawah normal (kurang dari 35 jam per minggu) dengan jumlah penduduk yang termasuk dalam angkatan kerja.

Kesempatan Kerja

Definisi

Kesempatan kerja adalah kesempatan yang tersedia bagi tenaga kerja sebagai faktor produksi untuk melakukan proses produksi. Adanya kesempatan kerja ini memberikan peluang bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi yang menjadi sumber pendapatan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya.

Kesempatan kerja dapat juga diartikan sebagai permintaan terhadap tenaga kerja di pasar tenaga kerja (demand for labour force). Dengan begitu kesempatan kerja sama dengan jumlah lowongan kerja yang tersedia di dunia kerja.

Tentunya semakin meningkat kegiatan pembangunan akan semakin banyak kesempatan kerja yang tersedia. Dan hal ini adalah penting, karena semakin besar kesempatan kerja bagi tenaga kerja atau semakin tinggi kesempatan kerja, maka kemajuan kegiatan ekonomi masyarakat akan semakin baik, dan sebaliknya.

Usaha-usaha meningkatkan kesempatan kerja

  1. melalui pendidikan umum,
  2. melalui kursus-kursus keterampilan, baik oleh Disnaker, BLK, atau lembaga kursus,
  3. meningkatkan kegiatan pembangunan yang menyerap banyak tenaga kerja
  • penyediaan dana kredit yang merata bagi peningkatan kegiatan produksi padat karya,
  • tingkat kurs devisa diarahkan agar realistis dan memberikan insentif bagi peningkatan ekspor,
  • memberikan perlindungan yang wajar kepada industri dalam negeri,
  • pengeluaran pemerintah ditujukan untuk memperluas kesempatan kerja produktif sebanyak mungkin,
  1. perluasan di bidang sektoral: pertanian, industri, prasarana dan konstruksi, juga perdagangan,
  2. pengiriman TKI ke luar negeri.