Pengangguran

Definisi

Pengangguran adalah kelompok angkatan kerja yang tidak memiliki lapangan kerja. Kelompok ini dibedakan menjadi dua golongan, pengangguran terbuka (pengangguran mutlak) dan pengangguran tidak kentara (setengah pengangguran).

Pengangguran terbuka (open unemployed)

Pengangguran terbuka merupakan bagian dari angkatan kerja yang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan (baik bagi mereka yang belum pernah bekerja sama sekali maupun yang sudah penah berkerja). Termasuk ke dalam kelompok ini mereka yang sedang mempersiapkan suatu usaha, mereka yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin untuk mendapatkan pekerjaan, dan mereka yang sudah memiliki pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.

Proporsi atau jumlah pengangguran terbuka dari angkatan kerja berguna sebagai acuan pemerintah bagi pembukaan lapangan kerja baru. Disamping itu, trend indikator ini akan menunjukkan keberhasilan progam ketenagakerjaan dari tahun ke tahun.

Interpretasinya, besarnya angka pengangguran terbuka mempunyai implikasi sosial yang luas karena mereka yang tidak bekerja tidak mempunyai pendapatan. Semakin tinggi angka pengangguran terbuka maka semakin besar potensi kerawanan sosial yang ditimbulkannya contohnya kriminalitas. Sebaliknya semakin rendah angka pengangguran terbuka maka semakin stabil kondisi sosial dalam masyarakat. Sangatlah tepat jika pemerintah seringkali menjadikan indikator ini sebagai tolok ukur keberhasilan pembangunan.

Indikator ini dapat dihitung dengan cara membandingkan antara jumlah penduduk berusia 15 tahun atau lebih yang sedang mencari pekerjaan, dengan jumlah penduduk yang termasuk dalam angkatan kerja.

Pengangguran Tidak Kentara (under unemployed)

Pengangguran tidak kentara merupakan bagian dari angkatan kerja yang bekerja bersama dalam lapangan pekerjaan. Mereka ini bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). Mereka disebut pula under utilized, sebab mereka bekerja dengan jumlah jam kerja, produktivitas kerja dan perolehan pendapatan yang tidak sebanding. Dan disebut pula disguise unemployed, jika mereka bekerja di bawah kemampuan intelektualnya.

Pengangguran tidak kentara dibagi menjadi dua kelompok :

Setengah Penganggur Terpaksa, yaitu mereka yang bekerja dibawah jam kerja normal dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan lain.

Setengah Penganggur Sukarela, yaitu mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain, misalnya tenaga ahli yang gajinya sangat besar.

Proporsi jumlah pengangguran tidak kentara bermanfaat untuk dijadikan acuan pemerintah dalam rangka meningkatkan tingkat utilisasi, kegunaan, dan produktivitas pekerja. Sebab, semakin tinggi tingkat setengah pengangguran maka semakin rendah tingkat utilisasi pekerja dan produktivitasnya. Akibatnya, pendapatan mereka pun rendah dan tidak ada jaminan sosial atas mereka. Hal ini sering terjadi di sektor informal yang rentan terhadap kelangsungan pekerja, pendapatan dan tidak tersedianya jaminan sosial. Sehingga pemerintah perlu membuat kebijakan untuk meningkatkan kemampuan bekerja mereka seperti penambahan balai latihan kerja.

Indikator ini dapat dihitung dengan cara membandingkan antara jumlah penduduk yang termasuk dalam angkatan kerja dan sedang bekerja tetapi dengan jam kerja di bawah normal (kurang dari 35 jam per minggu) dengan jumlah penduduk yang termasuk dalam angkatan kerja.

Kesempatan Kerja

Definisi

Kesempatan kerja adalah kesempatan yang tersedia bagi tenaga kerja sebagai faktor produksi untuk melakukan proses produksi. Adanya kesempatan kerja ini memberikan peluang bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi yang menjadi sumber pendapatan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya.

Kesempatan kerja dapat juga diartikan sebagai permintaan terhadap tenaga kerja di pasar tenaga kerja (demand for labour force). Dengan begitu kesempatan kerja sama dengan jumlah lowongan kerja yang tersedia di dunia kerja.

Tentunya semakin meningkat kegiatan pembangunan akan semakin banyak kesempatan kerja yang tersedia. Dan hal ini adalah penting, karena semakin besar kesempatan kerja bagi tenaga kerja atau semakin tinggi kesempatan kerja, maka kemajuan kegiatan ekonomi masyarakat akan semakin baik, dan sebaliknya.

Usaha-usaha meningkatkan kesempatan kerja

  1. melalui pendidikan umum,
  2. melalui kursus-kursus keterampilan, baik oleh Disnaker, BLK, atau lembaga kursus,
  3. meningkatkan kegiatan pembangunan yang menyerap banyak tenaga kerja
  • penyediaan dana kredit yang merata bagi peningkatan kegiatan produksi padat karya,
  • tingkat kurs devisa diarahkan agar realistis dan memberikan insentif bagi peningkatan ekspor,
  • memberikan perlindungan yang wajar kepada industri dalam negeri,
  • pengeluaran pemerintah ditujukan untuk memperluas kesempatan kerja produktif sebanyak mungkin,
  1. perluasan di bidang sektoral: pertanian, industri, prasarana dan konstruksi, juga perdagangan,
  2. pengiriman TKI ke luar negeri.

Sebab-sebab Pengangguran dan Cara Mengatasinya

Sebab-sebab terjadinya pengangguran terutama disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:
1. Angkatan kerja yang terus meningkat jumlahnya dan pertumbuhan kesempatan kerja tidak seimbang dengan pertumbuhan angkatan kerja.
2. Angkatan kerja yang sedang mencari kerja tidak dapat memenuhi persyaratan-persyaratan yang diminta oleh dunia kerja.

Dilihat dari sebab-sebab terjadinya pengangguran, dapat dibedakan ada enam jenis pengangguran, yaitu:
1. Pengangguran friksional, yakni pengangguran yang terjadi karena kesulitan temporer.
2. Pengangguran struktural, terjadi karena perubahan dalam struktur perekonomian.
3. Pengangguran musiman, terjadi karena penggantian musim.
4. Pengangguran voluntary atau voluntary unemployment, yakni pengangguran karena adanya orang yang sebenarnya masih dapat bekerja, tetapi dengan sukarela tidak bekerja.
5. Pengangguran deflasioner atau deflasioner unemployment, yakni pengangguran yang diakibatkan karena pencari kerja yang ingin memperoleh pekerjaan lebih banyak dari lowongan pekerjaan yang ada.
6. Pengangguran teknologi, yakni pengangguran yang disebabkan kemajuan teknologi.

Apabila pengangguran dibiarkan tentunya akan berdampak negatif terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Bila tingkat pengangguran tinggi akan menyebabkan tingkaty kemakmuran rendah, bahkan dapat membahayakan stabilitas negara. Beberapa akibat pengangguran di antaranya:
• terjadinya bahaya kelaparan,
• tingkat pertumbuhan ekonomi rendah,
• pendapatan perkapita masyarakat rendah,
• angka kriminalitas tinggi.

Untuk itu perlu diupayakan cara mengatasi pengangguran, antara lain sebagai berikut:
1. Meningkatkan mutu pendidikan,
2. Meningkatkan latihan kerja untuk memenuhi kebutuhan keterampilan sesuai tuntutan industri modern,
3. Meningkatkan dan mendorong kewiraswastaan,
4. Mendorong terbukanya kesempatan usaha-usaha informal,
5. Meningkatkan pembangunan dengan sistem padat karya,
6. Membuka kesempatan kerja ke luar negeri.