Sebab-sebab Pengangguran dan Cara Mengatasinya

Sebab-sebab terjadinya pengangguran terutama disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:
1. Angkatan kerja yang terus meningkat jumlahnya dan pertumbuhan kesempatan kerja tidak seimbang dengan pertumbuhan angkatan kerja.
2. Angkatan kerja yang sedang mencari kerja tidak dapat memenuhi persyaratan-persyaratan yang diminta oleh dunia kerja.

Dilihat dari sebab-sebab terjadinya pengangguran, dapat dibedakan ada enam jenis pengangguran, yaitu:
1. Pengangguran friksional, yakni pengangguran yang terjadi karena kesulitan temporer.
2. Pengangguran struktural, terjadi karena perubahan dalam struktur perekonomian.
3. Pengangguran musiman, terjadi karena penggantian musim.
4. Pengangguran voluntary atau voluntary unemployment, yakni pengangguran karena adanya orang yang sebenarnya masih dapat bekerja, tetapi dengan sukarela tidak bekerja.
5. Pengangguran deflasioner atau deflasioner unemployment, yakni pengangguran yang diakibatkan karena pencari kerja yang ingin memperoleh pekerjaan lebih banyak dari lowongan pekerjaan yang ada.
6. Pengangguran teknologi, yakni pengangguran yang disebabkan kemajuan teknologi.

Apabila pengangguran dibiarkan tentunya akan berdampak negatif terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Bila tingkat pengangguran tinggi akan menyebabkan tingkaty kemakmuran rendah, bahkan dapat membahayakan stabilitas negara. Beberapa akibat pengangguran di antaranya:
• terjadinya bahaya kelaparan,
• tingkat pertumbuhan ekonomi rendah,
• pendapatan perkapita masyarakat rendah,
• angka kriminalitas tinggi.

Untuk itu perlu diupayakan cara mengatasi pengangguran, antara lain sebagai berikut:
1. Meningkatkan mutu pendidikan,
2. Meningkatkan latihan kerja untuk memenuhi kebutuhan keterampilan sesuai tuntutan industri modern,
3. Meningkatkan dan mendorong kewiraswastaan,
4. Mendorong terbukanya kesempatan usaha-usaha informal,
5. Meningkatkan pembangunan dengan sistem padat karya,
6. Membuka kesempatan kerja ke luar negeri.

Lapangan Kerja

Lapangan pekerjaan adalah bidang kegiatan dari usaha/perusahaan/ instansi dimana seseorang bekerja atau pernah bekerja. Proporsi penduduk bekerja menurut lapangan pekerjaan merupakan angka yang menunjukan distribusi/penyebaran penduduk bekerja di setiap lapangan pekerjaan.

Lapangan usaha/pekerjaan ini dibagi dalam 10 golongan, terdiri dari 5 sub sektor pertanian dan 5 sektor lainnya. Lima subsektor pertanian meliputi: 1) subSektor Pertanian Tanaman Pangan, 2) subSektor Perkebunan, 3) subSektor Perikanan, 4) subSektor Peternakan, 5) subSektor Pertanian Lainnya. Dan lima sektor lainnya, yaitu : 1) Sektor Industri Pengolahan, 2) Sektor Perdagangan, 3) Sektor Jasa, 4) Sektor Angkutan, 5) Sektor lainnya.

Pergeseran distribusi penduduk bekerja dari lapangan pekerjaan pertanian menuju industri dan jasa merupakan fenomena terjadinya transformasi/perubahan struktural perekonomian. Indikator ini membantu pemerintah dalam memberikan fokus kebijakan ketenagakerjaan pemerintah. Misalnya, apabila proporsi penduduk yang bekerja terbanyak terdapat di sektor pertanian maka pemerintah dapat lebih menitikberatkan pembangunan ketenagakerjaan di sektor ini.

Locating Cultural and Physical Features throughout The World

Home Work - March 30, 2009

Find a map of a country. You may find it on the internet , newspaper, or photocopy from a book/atlas.
The map must provide information about its physical features such as mountains, rivers, lakes, and other physical landscape and bodies of water.

Paste it on the proper sized paper.

Give explanation about the location of that country like the latitude and longitude, countries or ocean surrounding the country.
Also write/type the culture of that country like what the people do in winter, how they survive, and other.

Your map and its info will be displayed. Please be creative.